Banyak pengguna laptop tahu soal Prosesor, RAM, atau SSD. Namun, semuanya tidak akan bisa berkomunikasi tanpa komponen terbesar dan terpenting di dalam casing laptop Anda: Motherboard (sering juga disebut Mainboard).
Fungsi Utama Motherboard
Secara harfiah berarti "Papan Induk", Motherboard adalah Papan Sirkuit Cetak (PCB) tempat semua komponen elektronik lain menempel. Fungsinya mirip dengan Sistem Saraf Pusat dan Sistem Peredaran Darah pada manusia.
- Jalur Komunikasi: Menyediakan "jalan raya" (bus) agar Prosesor bisa mengambil data dari RAM, atau RAM bisa membaca file dari SSD.
- Distribusi Daya: Menerima listrik dari Baterai atau Charger, lalu mendistribusikannya dengan tegangan yang tepat ke setiap komponen (Prosesor butuh voltase berbeda dengan port USB).
- Rumah Bagi Port: Port USB, HDMI, colokan Audio, dan pembaca SD Card yang ada di samping laptop Anda, pada dasarnya disolder menempel pada papan motherboard ini.
Motherboard Laptop vs Komputer Desktop (PC)
Pada komputer desktop rakitan, motherboard memiliki bentuk yang sangat standar (segi empat) dan komponennya bisa dicopot pasang. Anda bisa dengan mudah mencopot Prosesor atau Kartu Grafis lama dan menancapkan yang baru.
Sebaliknya, motherboard laptop didesain custom (khusus) untuk setiap merek dan tipe agar muat ke dalam bodi setipis mungkin. Akibatnya, sebagian besar komponen penting seperti Prosesor (CPU) dan Kartu Grafis (GPU) disolder mati ke motherboard dan tidak bisa di-upgrade.
Jika motherboard PC rusak, Anda cukup membuangnya dan beli motherboard baru seharga 1-2 jutaan.
Namun jika motherboard laptop rusak (misal akibat tersiram air), Anda tidak bisa sekadar beli papan motherboardnya saja. Mengingat Prosesor dan GPU sudah disolder menyatu di situ, mengganti motherboard laptop sama artinya dengan mengganti 70% isi laptop tersebut! Biayanya bisa menyentuh angka 3-6 juta Rupiah. Itulah mengapa teknisi laptop handal akan berusaha memperbaiki jalur sirkuit mikro (micro-soldering) pada motherboard yang rusak daripada menyuruh Anda ganti baru.